SPB Berhasil Mengadvokasi Tuntutan Pelaut yang Di PHK Secara Sepihak

September 3, 2021 - Armada

Bulukumba, Newsarmada.com – Penyelesaian perselisihan hubungan industrial seorang pelaut bernama capten Muhammad Rais dengan PT. Tirta Samudra Caraka akhirnya diselesaikan dengan jalan damai melalui perundingan Bipartit yang di mediasi oleh Disnaker Kota Samarinda melalui advokasi kelembagaan dari Serikat Pelaut Bulukumba (SPB).

Perselisihan hubungan industrial yang ditangani oleh pihak SPB selaku lembaga advokasi pelaut bersama PT. Tirta Samudra Caraka menemui kesepakatan damai setelah melakukan pertemuan ketiga diantara kedua belah pihak.

Informasi yang di himpun Newsarmada.com dari berbagi portal media, Kuasa Hukum SPB, Reski Eka Putri ,S.H mengungkapkan bahwa penyelesaian sengketa perselisihan hubungan industrial antara SPB dan Pt. Tirta Samudra Caraka menemui jalan damai setelah melakukan pertemuan ketiga pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu, hanya saja waktu itu pihak perusahaan belum menyelesaikan pemenuhan tuntutan berdasarkan UU ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2021.

Reski Eka Putri melanjutkan bahwa pihaknya belum mempublish penyelesaian damai antara pihak SPB dengan Pt. Tirta Samudra Caraka karena pihak perusahaan belum meyelesaikan  hal yang telah disepakati dalam perundingan.

”Hari ini Alhamdulillah pihak perusahaan sudah menyelesaikan pemenuhan tuntutan berdasarkan UU Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2021″, ungkapnya. Jumat (03/09/2021).

Lebih lanjut Reski Eka Putri menghimbau bahwa kasus ini mungkin menjadi gambaran agar semua pelaut yang merasa terdiskriminasi atau ada haknya belum terpenuhi selama bekerja maupun telah di PHK bisa terbuka kepada SPB.

”Ini penting disuarakan oleh teman pelaut, agar tidak ada lagi perusahaan-perusahaan yang bisa melakukan PHK sepihak tanpa prosedur hukum“, tegasnya.

Diketahui bahwa pihak SPB melakukan pendampingan terhadap seorang Capten yang bernama Muhammad Rais yang diberhentikan secara sepihak oleh pihak Pt. Tirta Samudra Caraka dengan alasan salah penggunaan pelampung saat pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak perusahaan. (Tim)