Parkir Liar dan Pos Pengamanan Terpadu di Depan Stadion Mini Bulukumba Tuai Sorotan Dari Mahasiswa

Agustus 25, 2021 - Armada

Bulukumba, Newsarmada.com –  Parkir liat di depan Pasar Sentral Bulukumba dan Keberadaan Pos pengamanan terpadu di depan Stadion Mini Bulukumba menuai sorotan. Alhasil belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Bulukumba berujuk rasa di depan Kantor Satlantas Bulukumba di jalan Jenderal Sudirman pada Senin (23/08/2021).

Unjuk rasa belasan mahasiswa mendesak Kasat Lantas dan Kadis perhubungan Kabupaten Bulukumba untuk menindak tegas parkir liar depan pasar sentral, serta adanya dugaan pungli masalah penilangan, selain itu mahasiswa juga meminta agar pos pengamanan terpadu yang terletak di depan stadion mini Bulukumba untuk di evaluasi.

Pantauan wartawan Newsarmada.com belasan mahasiswa bahkan sempat menyandera mobil truk untuk dijadikan sebagai panggung orasi, akibatnya ruas kiri jalur dua di Jl. Samratulangi tepat di depan stadion mini Bulukumba sempat mengalami kemacetan.

Koordinator Lapangan Ilmi Khairil dalam orasinya menyampaikan beberapa peryataan sikap yakni mendesak Kasat Lantas dan Dinas Perhubungan Bulukumba untuk menindak tegas parkir liar depan pasar sentral, menindak adanya dugaan pungli masalah penilangan, dan meminta agar pos pengamanan terpadu di depan stadion mini Bulukumba dilakukan evaluasi kinerja pos pengamanan terpadu yang ada di depan stadion mini.

Selang beberapa menit menyampaikan orasi, Mahasiswa yang awalnya ingin bertemu dengan kasat lantas polres Bulukumba batal, karena kasat tidak berada di kantor.

Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa mendapat dukungan dari berbagai pihak dan masyarakat. Salah satunya seorang warga bernama Dadang. Kepada Newsarmada.com, Dadang mengapresiasi gerakan mahasiswa mengkrotisi pos pengamanan terpadu yang berlokasi di depan stadion mini Bulukumba.

“Pos pengamanan terpadu di depan Stadion slmemang perlu dievaluasi. Khususnya pada asas fungsi dan manfaatnya karena yang namanya pos pengamanan terpadu tentunya petugas disana ditempatkan untuk melakukan pengamanan dari tindak kriminal. Bukan malah dominan melakukan penertiban” Ujar Dadang.

Menurut Dadang, petugas Pos pengaman terpadu di depan stadion mini Bulukumba sekiranya untuk tidak mendegepankan tilang terhadap para pengendera. sejatinya petugas harus memahami kondisi pandemi saat ini banyak masyarakat mengalami dampak kesulitan ekonomi, belum lagi jika harus dibebankan membayar denda tilang di pengadilan.

“Setiap hari ada puluhan kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat, mulai dari masyarakat bahkan sampai pelaku UMKM harus menyelesaikan denda tilang di pengadilan, bukankah kebijakan ini semakin memberatkan masyarakat, kalau toh saran sejatinya petugas ini sebelum melakukan tilang terlebih dahulu memberikan teguran, jika toh masih melanggar baru ditindaki, Urai Dadang.

Sementara pantauan terkini yang dihimpun wartawan Newsaemada.com di pos pengamanan terpadu depan stadion mini Bulukumba masih pengendara terjarin razia oleh polisi dan diwajibkan membayar denda tilang di pengadilan karena melanggar aturan lalu lintas saat berkendara.

(Redaksi)