Perseteruan Pengusaha Bulukumba VS Aktivis Berbuntut Pelaporan Kepolisian

Juli 30, 2021 - Armada

Bulukumba, News Armada.com – Seperti yang dikutip dari Pedoman Media bahwa seorang pengusaha di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Iskandar Tiro melaporkan pemilik akun FB Dirfan Susanto atas dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya. Laporan ini buntut dari video pemberian Beras Kuning yang viral.

“Saya resmi laporkan Dirfan Susanto atas dugaan pencemaran nama baik,” lapor H. Iskandar yang juga disapa akrab H. Tiro di Mapolres Bulukumba, Rabu (21/7/2021) malam.

H. Tiro mengaku tidak memiliki hubungan dengan Dirfan Susanto. Bahkan, kata dia tidak mengenal Dirfan selama ini, sehingga apa yang ditujukan kepada dirinya adalah sebuah pelecehan.

“Saya juga merasa dilecehkan terkait cuitan video di facebook tentang memberikan beras berwarna kuning kepada masyarakat,” ujarnya seperti yang dikutip dalam pemberitaan.

Kutipan selajutnya kalau pemuda Bulukumba, Irwan Djuma mempersoalkan video akun media sosial (Medsos) Facebook Dirfan Susanto sehari sebelum perayaan Idul Adha 1442 Hijriyah, Selasa (20/7/2021) berlangsung, video berdurasi delapan menit itu dinilai Irwan Djuma telah beredar luas ke sejumlah grup WhatsApp di Kabupaten Bulukumba.

“Karena penyampaian Dirfan sangat tidak beretika, sehingga kami atas nama pemuda Bulukumba mengecam apa yang disampaikan terkait video yang beredar itu,” ujarnya.

Sementara di lain pihak, aktivis Dirfan Susanto mengapresiasi  pengusaha di kabupaten Bulukumba yang melaporkan dirinya ke kepolisian lantaran menurutnya, langkah yang diambail H. Iskandar Tiro merupakan hal yang wajar bagi setiap warga negara ketika nama baiknya merasa di cemarkan, tinggal bagaimana persiapan pembuktiannya nanti sesuai kaca mata hukum. Apa bila video tersebut jelas, bahwa maksud dan tujuannya adalah sebagai klarifikasi yang tetap mengacu pada asas praduga tak bersalah.

“Nantilah fakta-faktanya saya bongkar bahwa, 120 Ton beras yang pernah di kirim H. Iskandar Tiro ke Provinsi Maluku Utara dan itu semua dokumentasinya saya pegang. Selanjutnya ribuan ton berasnya masuk di Kabupaten Bone yang di salurkan oleh CV. Ana Anugerah dengan pengelolah saudara Lukman. Sederhana saja jika kualitas beras milik H. Tiro itu bagus, maka tidak mungkin CV. Ana Anugerah dan Masyarakat BPNT Kabupaten Bone menolaknya,” ungkapnya.

Dirfan S menambahkan, terkait keberadaan H. Tiro di program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Bulukumba, Jelas bahwa pada proses penyaluran di wilayah Kecamatan Gantarang dan Kecamatan Kindang, anggota H. Iskandar Tiro dan Aktivis Bagas yang juga Supplier bersitegang persoalan lahan atau wilayah penyaluran, dimana lahan penguasaan Bagas hendak di ambil paksa oleh anggota H. Tiro.

“H. Tiro mengaku telah mendapat persetujuan atau rekomendasi dari Bupati untuk menjadi supplier di Kabupaten Bulukumba,” jelas Dirfan S

Dirfan S mengaku, kalau dirinya tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran.

“Selaku terlapor saya siap  adu fakta dan pembuktian jika Aparat Penegak Hukum Polres Bulukumba memintai keterangan. Intinya saya berharap kepada seluruh teman – teman media bersabar saja, saya akan membongkar semua kebusukan program setan BPNT/Sembako bukan hanya  di Kabupaten Bulukumba saja, tapi se-Indonesia Timur saya akan bongkar,” tegasnya. (Abel S Usmanji)