Benang Kusut Kinerja Penyidik Polsek Pa’jukukang yang di Duga Tidak Proporsional Semakin Terang

Mei 30, 2021 - Armada

Bantaeng Newsarmada.com – Fakta menarik dari penanganan kasus penganiayaan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pa’Jukukang Bantaeng yang melibatkan dua orang wanita paruh baya masing-masing warga Dusun Paku-Pakua, Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’Jukukang Kabupaten Bantaeng yakni Hasni dan Isa semakin mempertajam dugaan publik bahwa penyidik Polsek Pa’Jukukang tidak profesional dan tidak proporsional menjalankan amanah undang-undang.

Berdasarkan penelusuran redaksi Newsarmada.com
Melalui wawancara langsung kepada 3 orang warga Dusun Paku-Pakua Desa Borongloe Kecamatan Pa’jukukang yang masing-masing bernam Syamsuddin alias Cuddin, Hasni dan Sattunia.

Saat diwawancarai Newsarmada.com, ketiga warga ini mengaku melihat Hasni dicakar dibagian pundaknya sehingga membuat Hasni mengalami luka dibagian tubuhnya dan mengakibatkan pakaian yang dikenakannya saat itu sobek akibat tarikan dan cakaran Isa. Selain luka cakaran, Hasni juga mengalami luka memar di bagian wajahnya, diduga luka memar yang dialami Hasni juga akibat pukulan dari Isa.

Sebelumnya keluarga korban (Hasni) yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan kepada Newsarmada.com pada Senin (17/05/2021) mengeluhkan penanganan kasus penganiyaan yang ditangani penyidik Polsek Pa’Jukukang. Penyidik yang menangani kasus penganiyaan yang dialami Hasni oleh keluarganya dinilai tidak profesional dan tidak proporsional. Pasalnya Hasni yang dianiaya oleh Isa pada Selasa (29/12/2020) menyebabkan Hasni menderita luka memar pada bagian muka dan dibahu mengeluarkan darah akibat cakaran pelaku saat itu tidak memperoleh pelayanan dari pihak polsek Pa’jukukang.

Penelusuran redaksi Newsarmada.com, melalui hasil wawancara dengan Hasni, dirinya mengaku bahwa awal mula kejadian saat dirinya hendak pulang kerumahnya setelah memberi air minum ternak peliharaannya tiba-tiba Aisa datang menghampirinya dan langsung memukul, menarik rambutnya dan mencakar bagian badan Hasni sehingga mengakibatkan luka cakar dan pakaian yang dikenakan sobek.

“Waktu itu saya dalam perjalan pulang setelah memberi minum kambingku, tiba-tiba saja Isa datang hampiri saya lalu tanpa ba,bi,bu ia langsung memukul, menarik rambut dan mencakar saya, bahkan baju yang saya pakai robek” kata Hasni.

Hasni melanjutkan bahwa saat kejadian dirinya langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar, atas bantuan warga Isa yang saat itu memukul membabi buta dapat dihentikan.

Selang waktu yang tidak lama, setelah melapor atas inisiatif keluarga Hasni kemudian ke Puskesmas Baruga menjalani visum luka yang ada disekitar tubuhnya. Setelah dilakukan visum kelurga korban (Hasni) berharap ada tindakan profesional dan proporsional dari pihak Polsek Pa’jukukan menindak pelaku secara hukum, namun nyatanya tidak, pelaku (Isa) oleh keluarga Hasni dianggap masih berkeliaran alias kebal hukum.

Ironisnya lagi laporan Hasni tidak digubris, malah datang oknum polisi membawa surat kerumah Hasni. Karena Hasni pada saat itu sedang tidur, oknum polisi tersebut meminta anak Hasni untuk membangunkan Hasni untuk menandatangani surat yang dibawa oknum polisi tersebut yang belakangan baru diketahui Hasni dan keluarganya bahwa surat tersebut ternyata berisi surat perdamaian.

“Saya tidak tau pak apa isi surat itu, pak polisi saat itu datang dan meminta anak saya membangunkan saya untuk tandatangani surat, karena saya tidak tau isinya apa saya pun menandatanganinya” Kesal Hasni.

Benang kusut penanganan kasus tindak pidana di Polsek Pa’Jukukang semakin terkuak selang beberapa bulan kemudian, dimana Hasni mendapat informasi bahwa Kanit yang sebelumnya mengalami pergantian, Hasni bersama keluarganya kembali membuat laporan. Mendapat laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Pa’jukukang yang saat ini di jabat oleh Rahman kemudian melakukan klarifikasi antara Hasni dan Isa untuk mengetahui kronologi kejadian.

Fakta menarik semakin jelas, ternyata berkas laporan Hasni tidak ditemukan saat dilakukan klarifikasi, justru malah terbalik, dokumen laporan aduan Isa yang diduga melakukan penganiayaan yang ditemukan, dan memposisikan Hasni sebagai terduga pelaku penganiayaan.

(Redaksi)