Penegakan Hukum Polsek Pajukukang Terjadi Benang Kusut

Mei 28, 2021 - Armada

Bantaeng, News Armada.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah kepolisian Nasional yang bertanggug jawab langsung di bawah Presiden. Polri adalah Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Polri dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Sejak tanggal 27 Januari 2021, jabatan Kapolri dijabat oleh Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Tim investigasi dan monitoring News Armada.com memantau di lapangan adanya keunikan penanganan kasus hukum. Hasni warga Dusun Paku-Pakua, Desa Borongloe, Kecamatan Pajukukan, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) merasa didikriminasi hukum yang telah dialaminya.

Hasni yang kesehariannya beternak kambing mendapat perlakuan kasar dari Aisa (Isa).

“Seperti biasa saya membawah kambing pulang kerumah setiap sore, namun tiba-tiba Isa mencekal di jalan dan menjambak rambut serta memukul pakai kepalan tangannya juga pakai kuku jari-jemarinya,” jelas Hasni.  Akibat kelakuan Aisa, Hasni mengalami luka  cakar bagian bahu kanan, dan daster yang dipakai jadi sobek.

“Untung ada Codding yang melihat dari kejauhan di atas rumahnya sambil berteriak minta tolong, Hasni yang berada di kebungnya mendengar teriakan Codding langsung datang melerai, karena saya kalah fisik, Isa lah yang ditarik paksa oleh Hasni sehingga rangkulannya bisa lepas dari tubuh saya. Sambil menahan rasa sakit dan memegan daster yang compang-camping akibat amukan Isa, saya tetap pulang dan bersegerah melapor ke kantor polisi,” Hasni menjelaskan.

Codding membenarkan adanya penyerangan yang di lakukan Aisa kepada Hasni, sehingga bahu bagian kanan Hasni mengalami luka akibat cakaran Aisa. “Saya melihat dari jauh kalau Isa mencakar Hasni, dan saya tidak bisa langsung melerai perkelahian mereka karena saya laki-laki, jadi saya berteriak minta tolong maka datanglah nama Hasni juga melerainya,” jelas Codding.

Mengungkap kembali kejadian, Selasa (29/12/2020) yang ditangani Polsek Pajukukang, Kabupaten Bantaeng akibat mandeknya permasalahan hukum yang dialami Hasni dengan penyidik Kanit Reserse Alimuddin kala itu. “Sudah memasuki Lima bulan kasus ini berjalan namun masih mengambang, belum ada kejelasan, hasil visum pun dari Puskesmas desa Baruga, kecamatan Pajukukang sudah mulai membaik, padahal hari itu bahu bagian kanan saya robek karena dicakar dan memar karena dipukul juga oleh Isa serta langsung saya melapor,” kata Hasni, Senin (17/5/2021).

Sementara pihak Aisa selaku penyerangan berterima kasih pada penyidik yang memenangkan kasusnya terhadap Hasni.

Mantan Kanit Akip meluruskan ke Tim Investigasi dan Monitoring News Armada.com kalau surat perintah penahanan Aisa tidak ada, yang ada hanya Aisa dititipkan selama Tiga hari di Polsek Pajukukang.

H. Lilik selaku keluarga Aisa mengatakan kalau ini masalah harus dipaksakan damai. “Sebaiknya, mau-tidak-mau harus damai antara Isa dan Hasni, kalau Hasni tidak mau damai saya lapor balik sebagai penipuan karena sudah menandatangani surat perjanjian damai yang saya bayar ke Kanit sebesar Rp. 2 Juta,” tangkis H. Lilik.

Pengakuan Hasni mengenai sepucut surat yang di hantar ke rumahnya oleh Japak mengharuskan untuk di tandatangani tanpa tahu apa isi surat tersebut. “Karena capek waktu itu, saya sempat tertidur, tapi kedatangan Japak mengharuskan untuk ditandatangani surat yang katanya surat perdamaian antara saya dan Isa, dengan perasaan mengantuk saya bangun dan menandatangani surat tersebut,” jelas Hasni.

Berselang beberapa pekan kemudian, Hasni kembali melapor ke Polsek Pajukukang. “Dengar-dengar Kanit  Alimuddin sudah diganti oleh Kanit Rahman, maka kembali permasalahan dengan Isa saya laporkan,” jelas Hasni.

Hasni lebih lanjut mengatakan, kalau Kanit Rahman memberikan undangan klarifikasi antara Hasni dan Aisa untuk mencari titik temu permasalah yang dialami keduanya, namun Hasni merasa aneh sebab berkas laporannya tidak ditemukan. “Ternyata inilah keganjilan selama ini, kasusnya pun dibalik oleh Kanit Alimuddin, saya jadi pelaku penyerangan, dan laporan Isa dibuat sedetail mungki, ada apa dengan hukum ? Yang salah dibenarkan yang benar disalahkan,” tutur Hasni.

Salah satu aktivis yang ada di kabupaten Bantaeng melihat proses hukum di Polsek Pajukukang terjadi benang kusut. “Proses hukum yang rumit diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

📸 Pewarta  : Tim Investigasi
🖋️ Editor       : Abel S Usmanji