Meski Menuai Kritik Dari Beberapa Pihak Penyaluran BPNT di Sambut Gembira Sejumlah KPM

Mei 26, 2021 - Armada

Bulukumba, Newsarmada.com – Rasa senang dan bahagia terpancar dari wajah sejumlah KPM BPNT di Kabupaten Bulukumba, salah satunya dari pantauan Newsarmada.com pada sejumlah KPM yang didominasi kaum ibu-ibu di Kelurahan Kalumeme Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba setelah menerima paket Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Rabu (26/05/2021).

Bantuan Pokok Non Tunai (BPNT) merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos) melaui Pemerintah Daerah untuk mengatasi kesenjangan sosial dan meningkatkan tarap hidup masyarakat berekonomi di bawah rata-rata yang terdampak pandemi covid-19.

Mekanisme penyaluran BPNT di Kabupaten Bulukumba tetap mengacu pada pedoman umum bansos sembako yang mana dilakukan menggunakan akun elektronik.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima dana tunai sebesar Rp 200 ribu perbulan yang ditransfer ke rekening masing-masing KPM melalui bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Di Bulukumba sendiri bank yang menjadi mitra penyaluran dana KPM BPNT adalah Bank Mandiri.

Dana tunai sebesar Rp 200 ribu perbulan yang ditransfer ke rekening masing-masing KPM kemudian dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan pangan, tidak hanya beras seperti pada rastra tetapi juga bahan komuditi non pangan lainnya yang ditukarkan di elektronik e-Warong dengan jenis dan kualitas yang memenuhi prinsip 6T.

Pantauan Newsarmada.com di Kelurahan Kalumeme Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba jenis komuditi bahan pangan yang diterima KPM BPNT berupa beras 10 Kg sementara komuditi bahan non pangan berupa telur 30 butir (satu rak), dan 8 biji buah appel.

Jenis dan kualitas bahan pangan dan non pangan yang diperoleh KPM BPNT di Kelurahan Kalumeme Kecamatan Ujung Bulu sejauh ini dianggap mampu melengkapi kebutuhan rumah tangga warga. Kendati demikian ada beberapa KPM yang mempertanyakan tidak seragamnya jenis buah yang di peroleh, ada KPM mendapat buah seluruhnya appel ada pula KPM yang memperoleh buah appel dicampur buah pir.

“Bagus semuaji pak, tidak adaji rusak baik beras maupun telur dan buah, cuma buahnya karena ada yang dapat semuanya buah appel, ada juga appel dicampur buah pir, maunya itu pak untuk bulan depan kalau bisa buahnya di kasi seragamki” kata salah satu KPM yang identitasnya enggang di publikasikan.

Salah satu warga non KPM yang selama ini terus memantau pelaksanaan penyaluran BPNT di Kelurahan Kalumeme “Jamaluddin” saat ditemui Newsarmada.com mengatakan bahwa keberadaan program BPNT diangggap mampu berkontribusi terhadap tumbuhnya iklim kewirausahaan melalui terciptanya usaha baru di suatu wilayah. Boleh jadi, itu dapat diartikan sebagai sinyal tumbuhnya jiwa kewirausahaan di masyarakat apalagi di masa pandemi covid 19.

“Sebenarnya program BPNT ini mampu berkontribusi terhadap tumbuhnya iklim kewirausahaan dan menjadi sinyal munculnya jiwa kewirausahaan di masyarakat, apalagi dimasa pandemi covid-19 bukan hanya hanya KPM yang terdampak, namun pelaku usaha juga demikian” Jelas Jamal.

Lanjut Jamaluddin yang namanya program pemerintah metode pengawasannya tidak boleh lemah, karena akan menjadi sasaran empuk baik itu oknum perorangan maupun oknum kelompok tertentu yang tujuannya mencari suaka dari hak orang miskin. Fakta yang harus direspon cepat oleh eksekutor program ini menurut Jamaluddin adalah masih adanya KPM BPNT yang mengeluhkan saldo “0” dan ada pula KPM yang bulan sebelumnya menerima namun bulan ini tidak menerima bahkan ada KPM di Kelurahan Kalumeme mengeluhkan sejak bulan Januari sampai bulan ini tidak menerima lagi.

“Cuma yang harus menjadi pertimbangan bagi instansi yang dipercayakan sebagai eksekutor dari program ini agar tidak mengabaikan metode pengawasan, karena yang namanya program pemerintah tidak dapat dipungkiri akan menjadi sasaran empuk beberapa oknum apakah itu personal maupun kelompok untuk mencari suaka di program bantuan untuk masyarakat miskin” Urai Jamaluddin.

Sebagaimana diketahui beberapa pekan terakhir mekanisme penyaluran program BPNT di Kabupaten Bulukumba menjadi ladang kritikan sejumlah kalangan, mulai dari kapabilitas TKSK, peran satgas dan kualitas bahan pangan yang di peroleh e-warong dari supplier dianggap tidak layak konsumsi.

Kadis sosial Kabupaten Bulukumba Syarifuddin saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Rabu (26/05/2021) mengatakan bahwa kritikan dari berbagai kalangan akan dijadikan sebagai bahan masukan. Tak pelak setelah mendapatkan laporan dan kritikan pihaknya langsung merespon dengan melakukan inspeksi mendadak di sejumlah wilayah yang menjadi sumber kritikan.

“Tentunya kami sangat terbuka dengan saran dan kritikan, dan pastinya akan kami jadikan sebagai bahan masukan, terkait adanya beberapa laporan dan pemberitaan terkait BPNT sebagai eksekutor program di Kabupaten kami langsung turun sidak ke lapangan”

Lebih lanjut Syaruddin juga menambahkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat evaluasi bersama seluruh pendamping, dan menekankan agar pendamping harus bekerja secara proporsional menjalankan perannya sebagaimana yang diamanahkan dalam pedum peran pendamping.

“Iye ndi, saya sudah memanggil seluruh pendamping untuk mengavaluasi terkait beberapa laporan dan pemberitaan, sekaligus saya sudah tekankan ke pendamping untuk bekerja secara proporsional” ungkap Syarifuddin.

Syarifuddin juga mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk dapat membantu memantau sistem penyaluran BPNT dan segera melaporkan jika ada bahan pangan yang tersalur tidak sesuai dengan prinsip 6T.

“Terima kasih ndi, memang saya sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat kiranya dapat membantu kami dalam memantau kualitas bahan pangan yang tersalur di KPM agar sesuai prinsip 6T, jika ada yang tidak sesuai harap dilaporkan kepada kami” tutup Syarifuddin.

(Hendra)