Selain KPM Seluruh E-Warung di Kecamatan Kajang Sambut Hangat Penyaluran BPNT Bulan Ini

Mei 18, 2021 - Armada

Bulukumba, Newsarmada.com – Penyaluran program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) periode bulan Mei 2021 di Desa disambut gembira oleh warga khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pasalnya program BPNT untuk bulan ini disalurkan oleh pemerintah dalam bentuk voucer dua bulan sekaligus.

Voucher dari program pemerintah pusat ini diberikan setiap bulannya kepada KPM sebesar Rp 200 ribu untuk ditukarkan dengan barang yang masuk kategori pangan. Besaran disesuaikan dengan harga beras yang diterima sebanyak 10 kilogram setiap KPM per bulan.

Sementara barang yang ditukarkan KPM dalam kategori non pangan ada dua jenis, yakni telur 30 butir dan buah appel 8 biji.

Caranya, masyarakat penerima BPNT diberikan sebuah kartu KKS yang dapat dipergunakan untuk menukarkan di warung penyalur. Setiap bulan dana sebesar Rp 200 ribu masuk di kartu KKS tersebut untuk kemudian dibelanjakan oleh penerima manfaat.

Pembelanjaan bahan pangan dan non pangan dilakukan KPM melalui elektronik-elektronik warung yang sudah di tunjuk. E-warung yang ditunjuk merupakan E-warung yang dibina oleh salah satu bank pemerintah untuk menjadi agen E-Warung.

Newaramada.com saat wawancara bersama Nuraeni pemilik E-warung Toko Irwan Jaya di Desa Bontorannu Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah atas perlibatan pelaku UKM dalam program BPNT ini.

Menurut Nuraeni program BPNT selain sebagai program penopang pangan bagi masyarakat kurang mampu, program ini juga merupakan program yang mampu mendorong pendapatan ekonomi pelaku UKM.

“Bagi saya pak program BPNT ini selain bertujuan meringankan beban masyarakat tidak mampu dalam hal pemenuhan pangan, juga bertujuan mendorong dan menopang pendapatan ekonomi pelaku UKM seperti saya” kata Nuraeni

Sebelumnya lanjut Nuraeni dia hanya pelaku UKM yang hanya menjual barang kebutuhan rumah tangga (barang campuran) yang omset pendapatannya tidak selalu mujur, namun setelah menjadi warung penyalur BPNT dia mengaku memperoleh penghasilan tambahan yang mampu menopang pendapatan ekonominya.

“Alhamdulillah pak, dulu saya hanya pemilik warung barang campuran, yang pendapatan setiap bulan tidak selalu mujur, namun setelah menjadi E-Warung saya sudah ada penghasilan tambahan yang dapat mendorong pendapatan ekonomi keluarga saya” jelas Nuraeni

TKSK BPNT Kecamatan Kajang Andi Tasmir saat di wawancarai Newsarmada.com juga menjelaskan hal senada dengan Nuraeni. Menurut Andi Tasmir pada prinsipnya program BPNT ini sebagaimana tertuang di Pedum sebenarnya bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan kondisi ekonomi warga miskin dengan keterampilan berusaha, yang tentunya melalui pembinaan Dinas Sosial dan Bank pemerintah yang ditetapkan sebagai bank himbara.

“Pada prinsipnya Pak sebagaimana dijelaskan di pedum program BPNT ini selain untuk meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan, juga bertujuan mendorong dan meningkatkan kondisi pendapatan ekonomi masyarakat pelaku UKM. Ini bisa dilihat pak dari mereka yang menjadi E-Warung, dimana pendapatan ekonomi mereka mulai membaik apalagi disaat sekarang banyak pelaku UKM merasakan dampaknya positifnya khususnya dimasa pandemi covid 19” jelas Andi Tasmir.

Kendati demikian Andi Tasmir menghimbau kepada seluruh E-Warung agar dalam pelaksanaannya tetap menaati regulasi yakni pedum sembako sebagai rujukan teknis penyaluran yang mana di pedum tersebut menitikberatkan pada prinsip 6T. Andi Tasmir menghimbau E-Warung agar memperhatikan kualitas bahan pangan maupun non pangan sebelum disalurkan ke KPM.

“Selaku pendamping bansos sekaligus TKSK tentunya saya berkewajiban menghimbau dan mengingatkan seluruh E-Warung agar dalam pelaksanaan penyaluran mereka tetap memperhatikan prinsip 6T sebagaimana prinsip ini diamanahkan dalam pedum sebagai regulasi yang wajib di taati” tutup Andi Tasmir.

(Jusman)