Profesionalisme dan Proporsionalisme Kinerja Penyidik Polsek Pa’Jukukang di Pertanyakan

Mei 18, 2021 - Armada

Bantaeng, Newsarmada.com – Penanganan kasus penganiayaan oleh Polsek Pa’jukukang yang terjadi di Dusun Bulo-buloa Desa Borongloe Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng pada Selasa (29/12/2020) tahun lalu yang melibatkan Hasni sebagai korban dan Isa sebagai pelaku menuai sorotan dan keluhan dari keluarga korban. Pasalnya penyidik Polsek Pa’jukukang dinilai tidak profesional dan proporsional dalam menjalankan proses penyidikan.

Informasi yang dihimpun Newsarmada.com kasus penganiayaan yang dialami Hasni diketahui ditangani oleh unit Reskrim Polsek Pa’Jukukang yang mana saat itu dijabat oleh M. Ali.

Keluarga korban (Hasni) yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan kepada Newsarmada.com pada Senin (17/05/2021) mengeluhkan penanganan kasus penganiyaan yang ditangani penyidik Polsek Pa’Jukukang. Penyidik yang menangani kasus penganiyaan yang dialami Hasni oleh keluarganya dinilai tidak profesional dan tidak proporsional. Pasalnya Hasni yang dianiaya oleh Isa pada Selasa (29/12/2020) lalu yang menyebabkan Hasni menderita luka memar pada bagian muka dan dibahu mengeluarkan darah akibat cakaran pelaku telah melakukan upaya hukum dengan melaporkan pelaku ke Polsek Pa’jukukan pada waktu itu juga.

Setelah melapor Hasni kemudian ke Puskesmas Baruga menjalani visum luka yang ada disekitar tubuhnya. Setelah dilakukan visum kelurga korban (Hasni) berharap ada tindakan profesional dan proporsional dari pihak Polsek Pa’jukukan menindak pelaku secara hukum, namun nyatanya tidak, pelaku (Isa) oleh keluarga Hasni dianggap masih berkeliaran.

Penyidik Polsek Pa’Jukukang dinilai oleh keluarga Hasni semakin tidak profesional dan proporsional saat Isa juga melaporkan Hasni pada Selasa (05/01/2021) dan dilakukan visum di Puskesmas Baruga pada waktu itu juga. Isa melaporkan Hasni karena merasa dianiaya oleh Isa.

Sorotan keluarga Hasni terhadap profesional dan proporsional penyidik Polsek Pa’jukukan juga dibenarkan oleh salah seorang narasumber yang identitasnya juga enggang dipublikasikan. Menurut narasumber membenarkan bahwa Isa melakukan penganiyaan kepada Hasni.

Penganiayaan yang dilakukan  Isa kepada Hasni menurut narasumber bukan baru kali pertama terjadi bahkan beberapa kali pernah terjadi. Narasumber juga mengatakan bahwa Isa pernah mencaci-maki Hasni namun pada saat itu sempat di damaikan oleh pemerintah setempat dan Babinkamtibmas namun Isa tak kunjung puas akhirnya berulang kembali mencaci maki Hasni.

“Sebenarnya penganiyaan kepada Hasni yang dilakukan oleh Isa bukan pertama kali pak, sudah sering kalimi, Isa juga pernah caci maki Hasni tapi pada saat itu didamaikan oleh pemerintah setempat dan Babinkamtibmas, setelah didamaikan, eh malah Isa kembali ancamki Hasni dan beberapa hari kemudian Isa buktikan ancamannya dan akhirnya menganiaya Hasni” Terang Narasumber.

Beberapa minggu kemudian menurut narasumber Hasni kembali di caci oleh Isa dan mengancam ingin memukul Hasni. Beberapa waktu kemudian Isa akhirnya membuktikan perkataannya dan melakukan peganiyaan terhadap Hasni.

Berdasarkan pandangan dari akar masalah yang terjadi antara Hasni dan Isa serta proses upaya hukum yang dilakukan Hasni untuk memperoleh keadilan hukum tidak diperoleh, keluarga Hasni dan narasumber menduga penyidik Polsek Pa’jukukan sarat penyimpangan dan dinilai tidak mengedepankan profesionalisme dan proporsionalisme dalam menjalankan penyidikan.

“Coba pak, kalau kita pelajari rentetang akar masalahnya dan motiv pelaku, ini sudah jelas pelanggaran hukum, tapi sayang keluarga saya (Hasni) tidak mendapatkan haknya atas keadilan hukum yang diharapkannya, dan ini jelas profesionalisme dan proporsionalisme penyidik kami duga sarat penyimpangan” tutup keluarga Hasni.

(Tim Redaksi)