Daurah Tahfidzul Qur’an Masjid Al Amin 15 Hari, Cetak Para Penghafal Al-Qur’an

Mei 8, 2021 - Armada

Makassar, News Armada.com – Melalui program Daurah Menghafal Alquran yang diselenggarakan masjid Al Amin Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat 23 April 2021 hingga Sabtu 8 Mei 2021 berhasil mewujudkan para muhaffidz yang mampu menghafal Alquran.

Kepala Sekolah Tahfidzul Qur’an 15 hari Masjid Al Amin Jalan AP. Pettarani II Makassar, Ustadz Hamdani Akbar mengatakan, peserta daurah penghafal Al-Qur’an 15 hari yang mendaftar melalui formulir sekitar 35 orang, namun karena sesuatu hal, sehingga 29 oranglah yang aktif mengikuti daurah 15 hari penghafal Al-Qur’an.

Ketua pengurus masjid Al Amin Ir. Abdul Rauf memberikan apresiasi kepada para pengurus maupun panitia atas terlaksananya hingga penutupan acara tersebut. “Semoga tahun depan bisa lebih ditingkatkan acara ini,” kata Abdul Rauf.

Dikatakan pula kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kalau acara daurah seperti ini sangat langka dan jarang dilakukan di masjid-masjid.

“Alquran itu keajaiban. Jadi, tidak mustahil siapa yang berinteraksi dengan Alquran juga dialiri keajaiban-keajaiban dari Alquran. Salah satu bukti keajaiban yang tampak di mata kita adalah kemampuan anak-anak kita yang bisa menghafal Alquran. Mereka orang biasa yang mendapat keajaiban Alquran,” papar kepala KUA Kecamatan Panakkukang saat memberi kata sambutan, Sabtu (08/05/2021).

Daurah Tahfidzul Qur’an merupakan program yang sudah dilaksanakan dua kali.

Selama daurah berlangsung, para santri diberikan motivasi setiap hari, sehingga terus bersemangat mengikuti sampai penutupan.

Harapan pengurus dan panitia seperti yang disampaikan oleh protokol yang juga pengurus senior masjid Al Amin Risnadi Arifin bahwa, setiap mewisuda para penghafal Alquran yang dilahirkan daurah selalu memesankan untuk kembali memurajaah, menghafal Alquran itu mudah, yang berat adalah menjaga hafalan tersebut hingga akhir hayat. Prestasi kegiatan daurah tersebut disambut uraian air mata dari para orang tua santri, yang menyadari anaknya sudah hafal Alquran. (Abel S)