Akibat Saldo “0” Banyak KPM BPNT Wajo Terpaksa Gigit Jari

Mei 3, 2021 - Armada

Wajo, Newsarmada.com – Polemik saldo “0” bantuan pangan pada penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Wajo menuai keluhan dari beberapa KPM. Pasalnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) banyak yang mengalami 0 saldo saat hendak menggesek kartu KKSnya di E-Warong penyalur. Sebagaimana diketahui penyaluran bantuan pemerintah melalui Kemensos RI dalam bentuk natura dengan estimasi Rp. 200 ribu per keluarga penerima manfaat.

Estimasi nilai bantuan sebesar Rp. 200 ribu dalam bentuk Natura tersebut KPM berhak menerima bahan pangan dari E-Warong berupa beras 9 kg, telur 25 butir, ayam 1 kg dan ikan teri 1 liter.

Data penerima BPNT di Kabupaten Wajo yang diperoleh dari Kantor Dinas Sosial, P2KB dan P3A, untuk penyaluran BPNT Periode Maret-April 2021, yang berhasil sukses transfer sebanyak 7.678 dan yang gagal transfer sebanyak 54 penerima manfaat.

Salah satu KPM BPNT Kabupaten Wajo berinisial “A” yang juga merupakan warga Kecamatan Pitumpanua kepada Newsarmada.com Senin (02/04/2021) mengeluhkan saldo di kartu KKSnya yang tiba-tiba “Rp. 0 saat penyaluran periode Maret-April 2021. “N” bahkan merasa kecewa dan malu kepada sesamanya KPM karena harapannya untuk membawa pulang bantuan pangan dari pemerintah sirna.

“Selain kecewa, saya juga merasa malu pak, lama kita antri kasian giliran di panggil ternyata tiba-tiba saldo kosong, sementara KPM lain bawa pulang bantuan saya sendiri tidak”

Meski demikian “N” tetap berharap agar penyaluran bulan Mei ini saldonya bisa terisi kembali, apalagi menjelang hari lebaran, “N” sangat membutuhkan bantuan tersebut.

“Mudah-mudahan kasian penyaluran bantuan bulan ini tidak kosongmi saldoku, apalagi mau lebaran pak, butuh sekaliki kasian” Harap “N”

Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial P2KB dan P3A , Nur Rahma saat dikonfirmasi mengatakan bahwa masalah saldo “0” tidak hanya terjadi di Kabupaten Wajo saja, semua kabupaten di Sul-sel juga banyak dikeluhan KPM. Menurutnya ada beberapa faktor penyebab  KPM BPNT pada 2021 mengalami saldo nol diantaranya, kependudukan ganda dalam satu keluarga dan ganda identik tidak terpilih.

“Setiap bulan pak saya selalu menerima aduan dari warga terkait saldo “0” ini. Bisa jadi kependudukan ganda dalam satu keluarga dan ganda identik tidak terpilih yang menyebabkan KPM mengalami “0” saldo di kartu KKSnya” Jelas Nur Rahma.

Program Bantuan Sosial Kementerian Sosial RI, untuk meringankan beban masyarakat di masa Pandemi Covid-19. Mekanisme pelaksanaan dan penyalurannya harus benar-benar di awasi.

Nur Rahma, menegaskan, setiap penyaluran bantuan harus memegang prinsip 6 T yakni, Tepat sasaran, Tepat jumlah, Tepat harga, Tepat Waktu, Tepat Kualitas dan Tepat Administrasi. “Jadi prinsip 6T harus benar benar menjadi perhatian dalam penyaluran setiap bantuan,” ujarnya

Terkait dengan saldo “0” Nur Rahma berharap kepada KPM yang mengalaminya untuk tetap bersabar, semoga di penyaluran periode selanjutnya KPM yang mengalami saldo “0” bisa kembali menerima bantuan sembako.

“Sejujurnya pak kami di Sosial juga merasa kasian namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar kedepan tidak ada lagi KPM yang kecewa karena saldo “0”. Kami pahami bagaimana kekecewaan KPM yang sudah lama mengantri namun karena saldo kosong akhirnya tidak bisa membawa pulang bantuan sembako dari pemerintah” Tutup Nur Rahma.

(Redaksi)