Gegara Saldo “0” Sejumlah KPM Desa Tibona Terpaksa Gigit Jari dan Kecewa saat Penyaluran BPNT Periode Maret-April 2021

April 26, 2021 - Armada

Bulukumba, Newsarmada.com – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pokok Non Tunai (BPNT) yang ada di Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu kedua bulan Ramadan tahun ini terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, salah satu program bantuan pangan dari pemerintah yang disalurkan melalui nomor rekening bank milik peserta setiap bulannya ditemukan kosong atau tidak ada saldo alias “0” rupiah.

Akibatnya, banyak KPM yang kecewa dan mempertanyakan penyebab kosongnya saldo rekening pada bantuan tersebut. Salah satunya KPM lansia pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atas nama Hadenang yang mengaku terkejut dan kecewa saat hendak menggesek kartu KKS miliknya di salah satu e-warong ternyata rekening miliknya kosong tidak ada saldo.

“Sudah sering kali pak saya minta tolong ke e-warong untuk cek saldo ku, ternyata masih kosong, bahkan sampai selesai bantuan disalurkan masih tetap nol saldo,” ketus Hadenang saat diwawancarai Newsarmada.com, Senin (26/04/2021).

Sekalipun Hadenang merasa kecewa dengan kosongnya saldo di KKS miliknya, dirinya pun masih tetap berharap agar penyaluran bantuan bulan berikutnya saldo di KKS miliknya tidak kosong lagi.

“Saya berharap pak semoga bulan depan bantuan saya sudah ada karena saya ini pak tidak adami yang carikan uang apalagi saya sudah tua dan hanya mengharapkan bantuan ini,” harap Hadenang dengan mata berkaca-kaca.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Besse yang mengaku sebelumnya, ia sangat berharap bisa pulang ke rumah membawa beras, telur dan buah appel buat kebutuhan menjalani puasa Ramadan, namun ternyata nihil. Akhirnya dia pun terpaksa mengubur dalam-dalam, rencana bisa berhemat dengan membeli kebutuhan pangan lewat e-warong selama bulan Ramadan.

Penanggung jawab e-warong Desa Tibona “Asniar” saat dikonfirmasi pada Senin (26/04/2021) mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu penyebab terjadinya saldo di beberapa KPM. Saat adanya perbaikan data KPM dirinya mengaku hanya mengumpulkan dokumen KPM berupa KTP dan KK berdasarkan intruksi dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

“Kalau masalah penyebab terjadinya saldo nol pak saya tidak tahu menahu, sebagai agen BPNT di Desa Tibona saya hanya menyalurkan barang komoditi BPNT sesuai data KPM yang KKSnya berisi saldo. Sebelumnya memang ada proses perbaikan data pak waktu saya hanya diminta oleh TKSK mengumpulkan dokumen KPM berupa KTP dan KK, selain dari pada itu penyebab saldo nol saya juga tidak tau pak yang jelas banyak KPM di Desa Tibona mengalami saldo nol,” jelas Asniar.

Abdullah Kepala Desa Tibona saat ditemui jurnalis Newsarmada.com mengatakan bahwa setiap bulan banyak warganya yang terdaftar sebagai KPM – BPNT mengadu pada dirinya sampai di kantor desa sekalipun.

“Setiap bulan pak saya selalu menerima aduan dari warga yang terdaftar sebagai KPM – BPNT, mungkin di kantor Desa-lah tempat paling tepat menyampaikan keluh kesahya dan sebagai pemerintah setempat aduan ini saya terima dan saya koordinasikan langsung ke Tikor kecamatan, namun demikian masalah saldo nol ini tetap ada dan kami pun tidak bisa berbuat banyak dengan masalah ini,” terang Abdullah.

TKSK yang juga dikenal sebagai pendamping BPNT Kecamatan Bulukumpa saat dikonfirmasi terkait adanya saldo nol di KKS KPM – BPNT menjelaskan bahwa ada beberapa faktor penyebab  KPM – BPNT pada 2021 mengalami saldo nol diantaranya, kependudukan ganda dalam satu keluarga dan ganda identik tidak terpilih.

“Jadi perlu dipahami oleh keluarga penerima manfaat, bahwa terjadinya saldo nol itu bisa terjadi karena data KPM tidak sinkron dengan data yang ada di Disdukcapil, yang kedua bisa disebabkan adanya KPM memiliki identitas ganda atau KK ganda,” jelas Andi Appang.

Andi Arfan berharap para Keluarga Penerima Manfaat yang masih memperoleh saldo nol untuk tetap bersabar, karena saat ini menurutnya data KPM sementara masih dalam proses perbaikan.

“Jadi saya selaku pendamping berharap agar seluruh KPM yang masih memperoleh saldo “0” agar tetap bersabar, karena saat ini perbaikan data KPM sementara masih dalam proses, semoga hasil perbaikan data nantinya tidak ada lagi KPM memperoleh saldo Nol,” tutup Andi Appang.

Untuk diketahui bahwa program BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-warong BPNT. Lewat program ini, pemerintah pusat bertujuan agar dapat mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang seimbang bagi KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Laporan : Jusman / red