Penyaluran BPNT di Nipa-Nipa Menuai Pertanyaan

April 23, 2021 - Armada

Bantaeng, News Armada.com – Pemerintah berencana mempercepat penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) untuk masyarakat.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Risamaharini menargetkan, Bansos untuk bulan April 2021 dapat disalurkan pada pekan keempat bulan ini, bersamaan dengan realisasi Bansos bulan Maret, melalui keterangan tertulis yang dilansir dari laman Presiden.go.id, Rabu (17/03/2021).
Ditargetkan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dapat menyasar seluruh Keluarga Penerima Mamfaat (KPM) agar penerima bantuan tepat sasaran.
Penyaluran BPNT di desa Nipa-Nipa, kecaamatan Pajukukang, kabupaten Bantaeng, provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah tersalurkan, Jumat (23/04/2021).
Adapun penyaluran yang diberikan kepada KPM berupa Beras 10 kg, Telur 2 rak, dan buah Apel 2 biji, baru terealisasi bulan April yang sebelumnya bulan Maret tidak diadakan penyaluran sehingga KPM dapat menerima dobel, dari paket bulan Maret dan paket bulan April ini.
Namun, berdasarkan data hasil evaluasi dan singkronisasi di lapangan, realisasi bantuan masih belum memenuhi jumlah target penyaluran, masih banyak KPM tidak dapat menikmati bantuan BPNT sehingga menuai tanda tanya (?) dikalangan masyarakat yang ada di desa Nipa-Nipa, kabupaten Bantaeng. “Sudah empat bulan saya tidak dapat, padahal saya tergolong tidak mampu malah orang-orang yang mampu disekitaran desa ini aktif dapat setiap ada penyaluran, bahkan saldo di Kartu Keluarga Sejahtera saya tidak pernah terisi lagi,” kata salah seorang KPM yang tidak ingin dipublikasikan namanya.
Lanjutnya, dia menyarankan kepada pemerintah mengenai program bantuan sosial yang dikelolah e-warung harus bersinergi dengan semua pihak termasuk pihak pendamping dan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang direkomendasikan,  khusus di kabupaten Bantaeng, agar masyarakat tidak berpresepsi atau berangkapan salah. “Sebaiaknya pihak pengelolah seperti, e-warung, pendamping, dan BRI harus lebih terbuka dan transparan menyampaikan permasalahan yang ada kepada masyarakat, jangan sampai kami dari jauh-jauh mengantri berjam-jam yang pada akhirnya tidak dapat, tentu kami sangat kecewa,” katanya.

Sementara ditempat yang berbeda, Saharia (Smr) membenarkan pernyataan tersebut, bahwa penyaluran BPNT memang tidak menentu bahkan terkesan tidak adil. “Tidak adil rasanya kalau para tetangga yang kaya selalu dapat bantuan sementara kami keluarga yang membutuhkan bantuan sosial tidak dapat perhatian dari para pengelolah,” ungkap Saharia dengan perasaan sedih.  (M. Asbar/tim)

Editor : Abel S