KPM Bansos Sembako Kecamatan Ujung Loe Keluhkan Kualitas Beras Berkutu, Kapabilitas TKSK di Pertanyakan Sejumlah Pihak

April 18, 2021 - Armada

Bulukumba, Newsarmada.com – Penyaluran Bansos Sembako yang dulunya dikenal dengan nama BPNT tahap 1 dan tahap 2 periode bulan Maret dan April 2021 di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba menuai polemik. Seorang KPM yang ditemui awak media Newsarmada.com pada Minggu (18/04/2021) mengeluhkan kondisi beras yang diterimanya dalam kondisi berkutu.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba yang identitasnya enggang dipublikasikan kepada awak media Newsarmada.com mengeluhkan beras yang diterimanya dalam kondisi berkutu. Kepada Newsarmada KPM yang bersangkutan tidak mengembalikan beras bantuan BPNT yang diterima dengan alasan tidak paham, yang dipahami KPM yang bersangkutan namanya juga beras bantuan kualitasnya seperti itu.

“Tidak pernah saya kasi kembali pak, tidak pernah juga ku tolak, saya kira kalau beras bantuan mungkin kualitasnya begitu memang” ujar KPM yanng inisialnya dirahasiakan saat di wawancarai pada Minggu (18/04/2021).

E-Warong Desa Manyampa Asniar saat diwawancarai awalnya membantah hal tersebut, namun saya dikonfirmasi lebih jauh akhirnya mengakui bahwa memang kondisi beras yang diterima dari pemasok dalam kondisi sebagaimana yang dikeluhkan KPM.

Asniar bahkan mengaku bahwa kondisi beras yang diterima dari pemasok pada penyaluran periode Januari-Februari 2021 sangat buruk (kusam dan berdebu) sekalipun menurutnya masih bisa konsumsi.

TKSK Kecamatan Ujung Loe Hasrah saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp membantah hal tersebut, dirinya mengaku telah melakukan pengecekan kualitas beras di E-Warong sebelum disalurkan dan hasilnya beras dalam kondisi baik dan layak konsumsi.

“Wallahu A’lam pak, karena saya sudah cek sebelum disalurkan ke KPM, dan kondisinya baik dan layak konsumsi” Ujar Hasrah

Saat dimintai responnya terkait keluhan KPM yang menerima beras dalam kondisi berkutu, dirinya mengaku akan berkoordinasi langsung dengan E-Warong dan KPM yang bersangkutan, jika memang benar, Hasrah akan menegur dan menindak pemasoknya.

“Insya Allah besok saya akan cek di lapangan pak, saya akan berkoordinasi langsung dengan E-Warong dan KPM, jika memang benar beras dalam kondisi berkutu saya akan menegur E-Warong dan meminta pemasoknya untuk melakukan penggantian” jelas Hasrah.

Polemik kondisi beras Bansos sembako tahap 1 dan 2 periode Maret-April 2021 yang berkutu juga menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya lahir dari Ikatan Pengusaha Nusantara (IPN).

Ketua IPN Irfan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Menurut Irfan polemik beras yang disalurkan ke KPM dengan kondisi buruk menjadi pertanyaan besar terhadap kapabilitas TKSK di wilayah kecamatan.

“Ini pertanyaan besar terhadap kapabilitas TKSKnya, saya rasa mustahil jika TKSK melakukan pengecekan dengan baik, jika memang sudah di cek tentunya kualitasnya tidak seperti itu” kata Irfan

Irfan juga meminta ketegasan dari Dinsos selaku Tikor Kabupaten, menurutnya Dinsos harus tegas menegur TKSK yang terkesan menyepelekan kualitas beras bansos yang disalurkan ke KPM.

“Saya rasa Dinsos harus tegas menyikapi ini, Dinsos harus menegur TKSK di Kecamatan yang diberi amanah berperan memastikan kualitas komuditi bansos sembako, sekalipun diperuntukkan untuk orang miskin, namun kualitasnya harus sesuai dengan kebutuhan konsumsi dan saya rasa kebutuhan konsumsi setiap orang sama baik miskin maupun kaya” Tutup Irfan.

(Syamsir/Ukis)