Pembongkaran Batas Jalan Oleh OTK Tuai Kecaman Dari Legislator DPRD Bulukumba

April 17, 2021 - Armada

Bulukumba, Newsarmada.com – Pembongkaran pembatas jalan oleh orang tak dikenal (OTK) pada jalur dua yang terletak di Jalan Samratulangi, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba menuai sorotan DPRD. Pembongkaran diduga dilakukan tanpa sepengetahuan Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Pembongkaran pembatas jalan yang di depannya terdapat SPBU yang belum beroperasi. Sebelumnya SPBU ini sempat dikecam DPRD karena izinnya yang bermasalah. Saat syukurannya beberapa waktu lalu juga mengundang polemik sebab melanggar protokol COVID-19.

Sejumlah anggota DPRD geram dengan sikap tak bertanggung jawab diperlihatkan oleh OTK tersebut. Mereka menilai, pembongkaran pembatas jalan yang merupakan aset negara adalah pengrusakan.

Salah satu anggota DPRD Bulukumba dari fraksi PDIP Sulkifli Saiye melalui komentar di akun facebooknya mengatakan “jangan di biasakan pengrusakan aset daerah tanpa sanksi, pemerintah harus melaporkan oknum yang melakukan pengrusakan aset daerah”

Sulkifli Saiye juga meminta Pemkab Bulukumba untuk segera melaporkan ke DPRD, menurutnya penghapusan atau ganti rugi aset daerah ada proseduralnya.

“Jangan se enak gue, kita punya aturan, perbuatan ini sudah merugikan daerah dan berinplikasi hukum. Kalau tidak ada sanksi nanti imbasnya semua masyarakat bisa seenaknya akan merusak aset daerah” Ketus Sulkifli dikolom komentar akun facebooknya Sabtu (17/04/2021).

Lebih lanjut Sulkifli juga mengaku telah mengusulkan di Komisi B DPRD Bulukumba untuk membahas kasus pembongkaran pembatas jalan ini dengan memanggil kepala bagian Aset Daerah dan menyarankan untuk segera mengambil langkah hukum atas ulah oknum tak bertanggung jawab menghilangkan sebagian aset daerah.

“Sudah ku usulkan di komisi B yang menangani aset daerah untuk melakukan rapat pendapat (RDP) dengan kepala bagian aset daerah untuk mempertanggung jawabkan kehilangan atau kerusakan aset daerah berupa pembatas jalan dan meminta langkah hukum atas pengrusakan atau menghilangkan sebagian aset daerah pembatas jalan tanpa prosedural yang ada” Tutup Sulkifli di kolom komentar akun facebooknya.

(Syamsir/Hendra)