Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting, Patut Dilakukan Secara Terkoordinir dan Terpadu

April 7, 2021 - Armada

Sinjai, News Armada.com.- Sehubungan dilaksanakan konvergensi penanganan dan pencegahan stunting tingkat desa/kelurahan lokus prioritas penanganan stunting, bertempat di ruang pola Kantor Bupati Sinjai, tentu harapannya akan menjadi ajang rembuk menyatukan komitmen pemerintah dan stakholder dalam penurunan stunting di Kabupaten Sinjai.

Kegiatan urung rembuk merupakan tahap aksi3 yang merupakan kelanjutan dari hasil aksi 1 yakni analisa siruasi dan tahap aksi2 penyusunan rencana kegiatan dari 8 tahap aksi sebagai salah satu upaya untuk mencapai target penurunan angka prevalansi anak kerdil (stunting) di Sinjai

Gizi yang diketahui secara umum, merupakan faktor penting karena secara langsung berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu perlu pelayanan gizi yang berkualitas pada individu dan masyarakat. Pelayanan gizi merupakan salah satu sub-sistem dalam pelayanan kesehatan paripurna, yang berfokus kepada keamanan pasien.

Dengan demikian pelayanan gizi wajib mengacu kepada standar yang berlaku. Mengingat masih dijumpai kejadian malnutrisi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya khususnya

Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib, saat mengikuti rapat pembahasan pelaksanaan aksi konvergensi percepatan pencegahan Stunting Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) RI Sekretariat Wakil Presiden yang diselenggerakan via daring (online) itu, diikuti oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai menjelaskan, sejak tahun 2020 lalu, berdasarkan surat dari Kepala Bappenas, Kabupaten Sinjai dintunjuk sebagai salah satu lokus pencegahaan stunting.

Disaat itupulah, Pemkab Sinjai menyatakan komitmen untuk melakukan percepatan pencegahan penurunan stunting. Atas dasar itu, Pemkab mengeluarkan regulasi atau kebijakan.

“Jadi ada beberapa regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemkab. Pertama peraturan Bupati nomor 10 tahun 2020 tentang pencegahan penanggulangan stunting di desa, kemudian perbup tentang kesehatan ibu bayi baru lahir dan balita,” ungkap Irwan Suaib.

Selain itu, surat edaran bupati nomor 2 tahun 2021 tentang implemeimplememtasi komunikasi tentang perubahan perilaku masyarakat dalam upaya penurunan stunting.

Terkait pelaksanaan konvergensi penurunan stunting tersebut, tidak terlepas untuk memperkuat kapasitas Kabupaten Sinjai dalam Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan dan pencegahan stunting, melalui Interfensi spesifik dan sensitive, dan meningkatkan Koordinasi Lintas Sektor/ Lintas Program dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sinjai.

Dimana diharapkan, ini dilakukan dengan mensasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting. Penyelenggaraan intevensi, baik gizi spesifik maupun gizi sensitif secara konvergen yang dilakukan dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan stunting.

Sebagaimana yang diketahui, permasalahan stunting tidak bisa hanya diselesaikan melalui program gizi saja, tapi harus terintegrasi dengan program lainnya. Kompleksnya masalah stunting dan banyaknya stakeholder yang terkait dalam intervensi gizi spesifik dan sensitif memerlukan pelaksanaan yang dilakukan secara terkoordinir dan terpadu kepada sasaran prioritas. (Syam).

Editor : Syam